Rabu, 28 Oktober 2015


Case analysis
The Betaseron Decision (A)

This case is about the dilemma Betaseron had over their MS treating medicine that was under extremely high demand but they were not able to fulfill all demand for the first 2 years. Betaseron is proven to greatly improve the quality of life for people with MS and is therefore under high demand. But due to the low production rates and the fact that Betaseron was unprepared to manufactured and distribute the medicine, it was estimated that they would have enough of it for less than 1/5 of the potential client base. This created the dilemma of who would receive the medicine and who would have to wait, among many other problems.

Even though there are many issues with the distribution and manufacturing of Betaseron, this is not the major problem. There is one major problem that lead to all this chaos and rush and that is the fact of how the FDA decided to expedite the approval process for Betaseron. This took one year instead of the standard three. Betaseron was not expecting this, the therefore had to dramatically upscale production and start to distribute the medicine in a relatively short amount of time. This lead to many other problems, such as who would get the medicine and who would have to wait. If Betaseron would have had the additional 2 years they had anticipated to get the medicine into production and distribution.

Analysis :

Betaseron, Chiron Corporation, and Berlex Laboratories all did the best things they could under the possible circumstances. They were anticipating a 3 years FDA approval process, which would have allowed them the time necessary to put Betaseron in production and distribution. Betaseron was the first and only drug that was proven to have an effect on the frequency of exacerbations. Therefore, Chiron Corporation had an extreme amount of pressure from people with MS and organizations supporting the research of MS to get the medicine out on the market and helping people as soon as possible, even if it would mean having to choose only select patients. Betaseron was greatly improving the quality of life for about 12.000-20.000 people in its first year of production (by the end of 1993). And they estimated that in 1996 they would be able to provide it to all who requested the Betaseron. So even though they are not able to fulfill all demand in the first 2 years, they are helping people 2 years earlier then they would have been able to do if the FDA would have taken the customary 3 years to approve Betaseron. Overall, Betaseron did the best thing they could have done in the available circumstances.

 kelompok 4:
Eka Evisesman Z (22212402)
R. Panji Bagus Satrio (25212811)
Rahayu Afriyani (25212905)

Kamis, 08 Oktober 2015

tugas etika profesi akuntansi

Nama : EKA EVISESMAN ZENDRATO
KELAS: 4EB10
NPM  :22212402


1. Ada berapa jumlah pernyataan PSAK hasil adopsi IFRS?
PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan (Revisi 2009)
PSAK 2 Laporan Arus Kas (Revisi 2009)
PSAK 3 Laporan Keuangan Interim (Revisi 2010)
PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri (Revisi 2009)
PSAK 5 Segmen Operasi (Revisi 2009)
PSAK 7 Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi (Revisi 2009)
PSAK 8 Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan (Revisi 2010)
PSAK 10 Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing (Revisi 2009)
PSAK 12 Ventura Bersama (Revisi 2009)
PSAK 13 Properti Investasi (Revisi 2011)
PSAK 14 Persediaan (Revisi 2008)
PSAK 15 Investasi pada Asosiasi (Revisi 2009)
PSAK 16 Aset Tetap (Revisi 2011)
PSAK 18 Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya (Revisi 2010)
PSAK 19 Aset Tidak Berwujud (Revisi 2009)
PSAK 22 Kombinasi Bisnis (Revisi 2010)
PSAK 23 Pendapatan (Revisi 2009)
PSAK 24 Imbalan Kerja (Revisi 2010)
PSAK 25 Kebijakan Akuntansi, Estimasi, Kesalahan (Revisi 2009)
PSAK 26 Biaya Pinjaman (Revisi 2011)
PSAK 28 Akuntansi Asuransi Kerugian (Revisi 2010)
PSAK 30 Sewa (Revisi 2011)
PSAK 31 Instrumen Keuangan: Pengungkapan (Revisi 2009)
PSAK 33 Akuntansi Pertambangan Umum (Revisi 2011)
PSAK 34 Kontrak Kontruksi (Revisi 2010)
PSAK 36 Akuntansi Asuransi Jiwa (Revisi 2010)
PSAK 38 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali (Revisi 2011)
PSAK 45 Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba (Revisi 2010)
PSAK 46 Pajak Penghasilan (Revisi 2010)
PSAK 48 Penurunan Nilai Aset (Revisi 2009)
PSAK 50 Instrumen Keuangan: Penyajian (Revisi 2010)
PSAK 53 Pembayaran Berbasis Saham (Revisi 2010)
PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (Revisi 2011)
PSAK 56 Laba per Saham (Revisi 2010)
PSAK 57 Kewajiban Diestimasi, Kewajiban dan Aset Kontinjensi (Revisi 2009)
PSAK 58 Aset Tidak Lancar
PSAK 60 Instrumen Keuangan: Pengungkapan
PSAK 61 Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah
PSAK 62 Kontrak Asuransi
PSAK 63 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi
PSAK 64 Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral
PSAK 107 Akuntansi Ijarah
PSAK 108 Penyelesaian Utang Piutang Murabahah
PSAK 109 Akuntansi Zakat Infaq Sedekah
PSAK 110 Akuntansi Hawalah
PSAK 111 Akuntansi Asuransi Syariah
PSAK ETAP


2. Ada berapa PSAK yang dihapus (nomor berapa dan tentang apa saja)?
Setelah Indonesia mengadopsi penuh IFRS, PSAK khusus industri dihapus. PSAK industri yang saat ini telah dicabut adalah PSAK 32 Akuntansi Kehutanan, PSAK 35 Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi, dan PSAK 37 Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol, PSAK 31 (revisi 2000) Akuntansi Perbankan dan PSAK 42 Akuntansi Perusahaan Efek.
PSAK yang tidak ada rujukannya dalam IFRS juga dicabut, di antaranya akuntansi waran, anjak piutang, dan restrukturisasi utang piutang bermasalah. Standar ini dicabut karena telah tercakup dalam pengaturan PSAK 50 dan 55 tentang Instrumen Keuangan.
Standar lain yang telah ada namun tidak sesuai dengan IFRS, direvisi dan disesuaikan dengan pengaturan dalam IFRS terbaru. Contohnya PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan yang disesuaikan dengan IAS 1, PSAK 22 tentang Penggabungan usaha berubah nama menjadi Kombinasi Usaha dan isinya disesuaikan dengan IFRS 3 Business Combination. Beberapa standar baru yang sebelumnya tidak ada dalam PSAK, diterbitkan. Sebagai contoh PSAK 13 Properti Investasi yang mengadopsi dari IAS 40 Investment Properties.

3. Pilih salah satu PSAK dari IFRS, ringkas dan beri komentar?

PSAK 1 tantang penyajian laporan keuangan yang akan dimulai dari istilah-istilah apa saja yang berubah, disusul dengan komponen laporan keuangan yang lengkap, dan bagaimana bentuk penyajian laporan keuanganPernyataan ini menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements) yang selanjutnya disebut ‘laporan keuangan’ agar dapatdibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain. Pernyataan ini mengatur persyaratan bagi penyajian laporan keuangan, struktur laporan keuangan, dan persyaratan minimum isi laporan keuangan. Laporan keuangan bertujuan umum (selanjutnya disebut sebagai ’laporan keuangan’) adalah laporan keuangan yang

Komentar  : PSAK no 1 sangat penting  karena  memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. jika seorang investor ingin mengambil keputusan bisnis, maka salah satu pertimbangannya adalah dengan melihat dan menganalisis laporan keuangan perusahaan. Kenapa laporan keuangan? Laporan keuangan merupakan salah satu media utama yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengkomunikasikan informasi keuangannya kepada pihak luar. Laporan ini juga merekam peristiwa kejadian bisnis dalam bentuk unit moneter. Dengan disediakannya laporan keuangan maka keadaan ekonomi perusahan (yang dituangkan ke  dalam bentuk angka-angka moneter) tercermin dalam laporan keuangan tersebut


4. Apakah menurut kalian PSAK yang kalian pilih bagus atau tidak?
            bagus kaarena PSAK no 1 sangat penting  karena  memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka jadi menurut saya PSAK NO 1 harus di pertahankan serta harus di perbaharui setiap tahunya supaya ya lebih sempurna lagi












     PULAU NIAS

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0mYZdZexWEAH1bSsMMe5aflJEwtWXDV3kGsgBFo7eJx2549ocLHoFF-fgVLwarAhfkDqSArzrFKJ9nAdLdEnGUnYf_K0u7LQOf8AaEcmfwFrj8FMpk2F-8KGbzd_lMnZFybPk4BuciKg/s1600/pulau+nias.jpg

Tradisi melompat batu atau yang biasa disebut oleh orang Nias sebagai fahombo batu adalah pada mulanya dilakukan oleh seorang pemuda Nias untuk menunjukan bahwa pemuda yang bersangkutan sudah dianggap dewasa dan matang secara fisik. Lebih jauh dari itu bila sang pemuda mampu melompati batu yang disusun hingga mencapai ketinggian 2 m dengan ketebalan 40 cm dengan sempurna maka itu artinya sang pemuda kelak akan menjadi pemuda pembela kampungnya samu’i mbanua atau la’imba hor, jika ada konflik dengan warga desa lain. 
Masyarakat Nias memiliki kepercayaan bahwa, di atas langit terdapat sembilan tingkatan surga. Pada tingkatan paling atas bersemayam Lowalangi, Dewa Surga. Sementara sembilan tingkatan di bawah bumi dikuasai oleh Latura, Dewa Kematian.
Dalam ritual kepercayaannya, Masyarakat Nias menggelar upacara pengorbankan hewan sebagai perayaan yang ditujukan bagi Lowalangi, Dewa Surga. Persembahan lainnya seperti telur, hasil bumi, tuak, dan air ditujukan bagi roh para leluhur dan alam. Ritual lainnya nampak pada upacara pemakaman, dengan memberi perhatian khusus pada kepala suku.
Jasad ditempatkan pada sebuah altar dan dicuci dengan daun-daunan sebagai wewangian, sehingga kedatangan arwah yang kembali ke rumah dapat dikenali dari wewangian tersebut. Masyarakat Nias menggelar nyanyian penguburan dan tari-tarian yang berlangsung selama empat hari. Selama itu tidak boleh ada kegiatan selain upacara tersebut. Pada hari ketiga, jasad mulai dikuburkan dan untuk mencegah arwah kembali, maka sebuah patung kayu “Adu” dibuatkan di dekat makam agar memungkinkan arwah tinggal di dalamnya.








     PULAU NIAS

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPqVvE2cTbNSReymsAWo8V8t4HnS_-l4jqOeNaGEhfKXCcxm9hxxl4xS6LAokVM1htbNRq3OOn_cLlfgbw_NOz08ygIlr9V2AY2Fe14LRo9QTn89ihsT6U4NNXmxs_Lp81qh-CTFnYkUE/s1600/nias.jpg

Caci atau tari Caci atau adalah tari perang sekaligus permainan rakyat antara sepasang penari laki-laki yang bertarung dengan cambuk dan perisai di Flores,Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Penari yang bersenjatakan cambuk (pecut) bertindak sebagai penyerang dan seorang lainnya bertahan dengan menggunakan perisai (tameng). Tari ini dimainkan saat syukuran musimpanen (hang woja)[1] dan ritual tahun baru (penti) , upacara pembukaan lahan atau upacara adat besar lainnya, serta dipentaskan untuk menyambut tamu penting.
Seorang laki-laki yang berperan sebagai pemukul (disebut paki) berusaha memecut lawan dengan pecut yang dibuat dari kulit kerbau/sapi yang dikeringkan. Pegangan pecut juga dibuat dari lilitan kulit kerbau. Di ujung pecut dipasang kulit kerbau tipis dan sudah kering dan keras yang disebutlempa atau lidi enau yang masih hijau (disebut pori). Laki-laki yang berperan sebagai penangkis (disebut ta’ang), menangkis lecutan pecut lawan dengan perisai yang disebut nggiling dan busur dari bambu berjalin rotan yang disebutagang atau tereng. Perisai berbentuk bundar, berlapis kulit kerbau yang sudah dikeringkan. Perisai dipegang dengan sebelah tangan, sementara sebelah tangan lainnya memegang busur penangkis.








Tugas Softskill 2 Profesi Etika Akuntansi   Implementation of Good Corporate Governance and Its Impact on Corporate Performance: The Mediation Role of Firm Size  (Empirical Study from Indonesia) Renny Nur’ainy, Bagus Nurcahyo*, Sri Kurniasih A., and Sugiharti B.  School of Business and Entrepreneurship, Gunadarma University, Indonesia *Corresponding author Email: bagus@staff.gunadarma.ac.id, bnur_c@yahoo.com Abstract Purpose : This research aims to examine the effect of good corporate governance implementation on corporate performance as measured by EVA. The previous research has shown that corporate performance is related to good corporate governance implementations. But it’s still rarely the research that use EVA on measuring corporate performance.  Design/methodology/approach : This research use manufacture companies which are listed on Indonesia Stock Exchange period 2006-2010 as the samples. Purposive Sampling was used to determine sample criteria: go public manufacturing companies in period 20062010 which consistently publish annual report and financial reports on the website of Indonesia Stock Exchange (IDX) or its own site; companies that have selected as the 40 companies with the largest size. Path Analysis was conducted to shows its direct and indirect effects of each path. Findings : The results of this research show that implementation of GCG can affects directly on corporate performance as measured by EVA, and also shows affect indirectly through firm size. In other words, firm size has a mediation role in the impact of good corporate governance implementation on corporate performance. Practical Implication : This study is expected to contribute in providing an overview of the implementation of GCG in Indonesia which can be used by investors and potential investors as one consideration in making investment decisions, and reinforcing previous studies regarding the relationship between GCG implementation and corporate performance. Originality/value : Seeing the controversies among previous researches in the GCG and its impact on corporate performance, this study sought to further investigate the direct effect of GCG implementation on corporate performance as measured by EVA and its indirect effect through its size. Keywords: Good Corporate Governance, EVA, firm size, manufacture companies. Paper Type: Research Paper    Sumber :  http://search.proquest.com/openview/5d76089c72e826a2d7eb115d9f8cffa8/1?pq-origsite=gscholar Komentar : Pengaruh penerapan tata kelola perusahaan yang baik pada kinerja perusahaan yang diukur dengan EVA. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa penerapan tata kelola perusahaan dapat mempengaruhi langsung pada kinerja perusahaan yang diukur dengan EVA, dan juga menunjukkan mempengaruhi secara tidak langsung melalui ukuran perusahaan. Dengan kata lain, ukuran perusahaan memiliki peran mediasi dalam dampak penerapan tata kelola perusahaan yang baik pada kinerja perusahaan. Karena tata kelola yang baik dapat membuat perusahaan tersebut semakin baik dimata investor.

Copy the BEST Traders and Make Money : 
http://bit.ly/fxzulu












Sabtu, 27 Juni 2015

TUGAS SOFT SKILL BAHASA INGGRIS 2

EKA EVISESMAN ZENDRATO

22212402

The Term ‘market’, as used by economists, is an extension of the ancient idea of a market as a place where people gather to buy and sell goods. In former days part of a town was kept as the market or marketplace, and people would travel many kilometers on special marketdays in order to buy and sell various commodities. Today, however, markets such as the world sugar market, the gold market and the cotton market do not need to have any fixed geographical location. Such a market is simply a set of conditions permitting buyers and sellers to work together.

In a free market, competition takes place among sellers of the same commodity, and among those who wish to buy that commodity. Such competition, influences the prices prevailing in the market. Prices inevitably fluctuate, and such fluctuations are also affected by current supply and demand.

Whenever people who are willing to sell a commodity contact people who are willing to buy it, a market for that commodity is created. Buyers and sellers may meet in person, or they may communicate in some other way: by letter, by telephone or through their agents. In a perfect market, communcations are easy, buyers and sellers are numerous and competition is completely free. In a perfect market there can be only one price for any given commodity: the lowest price which sellers will accept and the highest which consumers will pay. There are, however, no really perfect market, and each commodity market is subject special conditions. It can be said however that the price ruling in a market indicates the point where supply and demand meet. (Taken from A Rapid Course in English for Students of Economics by Tom McArthur)

  •  COMPREHENSION

9.      What price operates in a perfect market?
Only one price for any given commodity: the lowest price which sellers will accept and the highest which consumers will pay


10.  What does the rulling price indicate?
The price ruling in a market indicates the point where supply and demand meet.


The member of group
1. Eka edvia campernik
2. Eka evisesman zendrato
3. Nurul irmawati
4. Rahayu afriyani
5. Tiera alta meilani


Rabu, 06 Mei 2015

AUDIT SISTEM MENAJEMEN MUTU ISO 9001 PADA PT. XXX

Jakarta, 6 Mei 2015

No                   :  001/KAP/V/2015
Lampiran         : 3 eksemplar
Perihal             : Laporan Hasil Audit Manajemen Kualitas ISO 9001

Kepada
Yth, Direktur PT. XXX
Di Bekasi

            Kami telah melakukan audit atas Manajemen Kualitas ISO 9001 pada PT. XXX untuk periode tahun 2015. Audit kami tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan perusahaan dan oleh karenanya kami tidak memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut. Audit kami hanya mencakup bidang Sistem Manajemen Kualitas ISO 9001 yang dimiliki (terjadi pada) PT. XXX. Audit tersebut dimaksudkan untuk menilai efisiensi (daya guna) dan efektivitas (hasil guna). Sistem Manajemen Kualitas ISO 9001 yang dilakukan dan memberikan saran perbaikan atas kelemahan dalam penerapannya yang ditemukan selama audit, sehingga diharapkan di masa yang akan datang dapat dicapai perbaikan atas kekurangan tersebut dan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien dan efektif dalam mencapai tujuannya.
            Hasil audit kami sajikan dalam bentuk laporan audit yang meliputi:
Bab  I         : Informasi Latar Belakang
Bab II         : Kesimpulan Audit yang Didukung dengan Temuan Audit
Bab III        : Rekomendasi
Bab IV        : Ruang Lingkup Audit
            Dalam melaksanakan audit kami telah memperoleh banyak bantuan, dukungan, dan kerja sama dari berbagai pihak baik jajaran direksi maupun staf yang berhubungan dengan pelaksanaan audit ini. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik ini.


 Kantor Akuntan Publik          
   EKA dan Rekan              



EKA.ESTY, S.E., M.M., Ak., BAP.






Bab I
Informasi Latar Belakang

PT. XXX (selajutnya disebut “perusahaan”) berlokasi di Bekasi, didirikan pada bulan Juli 2013 oleh para pendiri yang terdiri atas:

1.            xxx
2.            xxx

Tujuan didirikannya Perusahaan adalah untuk memproduksi mobil. Secara keseluruhan proses produksi mobil dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu:

1.            Body shop process
2.            Paint shop process
3.            GA Trim Process

Susunan direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:

Presiden Direktur                                         : xxx
Wakil Presiden Direktur                              : xxx
Manager Quality Assurance                         : xxx

Sedangkan tujuan dilakukannya audit adalah untuk:
1.Menilai efisiensi dan efektivitas penerapan Manajemen Kualitas ISO 9001 pada PT. XXX

2.Memberikan berbagai saran perbaikan atas kelemahan penerapan Manajemen Kualitas ISO 9001 yang ditemukan.





Bab II
Kesimpulan Audit

Berdasarkan temuan (bukti) yang kami peroleh selama audit yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan sebagai berikut:

Kondisi:
1)      Prosedur SOP yang dimiliki setiap operator untuk menjalankan tugasnya masih belum sepenuhnya dipatuhi, ada operator yang tidak mematuhi SOP.

Kriteria:
1)      SOP adalah Standard Operasional Prosedur yang merupakan panduan untuk menjalankan tahapan-tahapan pemasangan suatu part mobil dalam proses produksi yang dilakukan secara manual. SOP harus dilakukan dan dipatuhi secara baik dan benar sesuai dengan tahapannya.

Penyebab:
1)      Belum adanya pelatihan ISO 9001 pada karyawan khususnya operator.

Akibat:
1)      Terjadi recall pada bulan Februari karena ada part yang belum terpasang pada mobil.

Pejabat yang bertanggung jawab:
Kepala bagian manajemen produksi

DAFTAR RINGKASAN TEMUAN AUDIT

No.
Kondisi
Kriteria
Penyebab
Akibat
1.
Prosedur SOP yang dimiliki setiap operator untuk menjalankan tugasnya masih belum sepenuhnya dipatuhi, ada operator yang tidak mematuhi SOP.
SOP adalah Standard Operasional Prosedur yang merupakan panduan untuk menjalankan tahapan-tahapan pemasangan suatu part mobil dalam proses produksi yang dilakukan secara manual. SOP harus dilakukan dan dipatuhi secara baik dan benar sesuai dengan tahapannya.
Belum adanya pelatihan ISO 9001 pada karyawan khususnya operator.
Terjadi recall pada bulan Februari karena ada part yang belum terpasang pada mobil.








Bab III
Rekomendasi

Hasil audit yang dilakukan menemukan ada kelemahan yang harus menjadi perhatian manajemen di masa yang akan datang. Kelemahan ini yaitu:

1.Kelemahan yang terjadi karena belum adanya pelatihan ISO 9001 terhadap karyawan khususnya operator dalam menajalankan ISO 9001 yang dimiliki perusahaan.

Atas keseluruhan kelemahan yang terjadi, maka diberikan rekomendasi sebagai koreksi atau langkah perbaikan yang bisa diambil manajemen untuk memperbaiki kelemahan tersebut.

Rekomendasi:
1.Perusahaan harus mengadakan pelatihan kepada karyawan khususnya operator mengenai ISO 9001, sehingga semua karyawan mampu memahami pentingnya prosedur atau SOP dalam melaksanakan tugasnya dengan baik.

Keputusan untuk melakukan perbaikan atas kelemahan ini sepenuhnya ada pada manajemen, tetapi jika kelemahan ini tidak segera diperbaiki kami mengkhawatirkan terjadi akibat yang lebih buruk pada penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 pada perusahaan di masa yang akan datang.



Bab IV
Ruang Lingkup Audit

Sesuai dengan penugasan yang kami tulis, audit yang kami lakukan hanya meliputi masalah Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 pada PT. XXX untuk periode 2015. Audit kami mancakup penilaian atas kecukupan sistem pengendalian manajemen kualitas, manajemen produksi dan aktivitas penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 itu sendiri.


Jumat, 01 Mei 2015

AFFIRMATIVE AND NEGATIVE AGREEMENT

Affirmative Agreement

       1.      So    -> (So + Auxiliary + Subject + Verb)
       2.      Too  -> (Subject + Auxiliary verb + Too)
       §  Auxiliary :
       -         Do/Does (Simple Present)  >> Modal : Can, May >> Tenses
       -         Did (Simple Past)
       -         Has / Have (Past Perfect)
       §  For Example :
       A : I am feeling tired
       B : Me too
       C : I am feeling tired too
       D : So am I
       E : I am too

Negative Agreement

      1.      Neither     -> (Neither + Auxiliary verb positive + Subject)
      2.      Either       -> (Subject + Auxiliary verb negative + Either)
      §  For Example :
      A : I never read newspaper
      B : Neither do I
      C : I don’t either
      Exercise :
      Questions :
      1.      I always have a cup of coffee in the morning
      2.      I don’t enjoy the movie last night
      3.      I’ve never been in Brazil
      4.      I studied last night
      5.      I don’t have a car
      Answers
      1.      So do I / I do too
      2.      Neither do I / I don’t either
      3.      Neither have I / I haven’t either
      4.      So did I / I did too
      5.      Neither do I / I don’t either
      Group 8
      Questions:
      15. Karen hasn’t seen that movie yet, and (I) ____/____.
      16. I have a car, and (my brother) ____/____.
      Anwers :
      15. Karen hasn’t seen that movie yet, and neither have I / I haven’t either.
      16. I have a car, and so does my brother/ my brother does too.
      The member of group : 
            .      Agung Putra                           20212369 
            .      Daniel Yudistira                     21212698 
            .      Eka Evisesman Zendrato      22212402 
            .      R Panji Bagus Satrio             25212811 
            .      Randi Frandika                     25212997 
            .      Sonny Ponco Pamungkas     27212106
            References :
            http://randifrandika1.blogspot.com/2015/04/affirmative-and-negative-agreement.html


Sabtu, 28 Maret 2015

Tips and Trick Practice Test Toefl



matter on Saturday, March 7th, 2015 by my college teacher , he was Wati Purnamasari , SS teaching methods / tips to test Toefel the easy way , and I will try to repeat / summarize the explanation he gave.

               Tense (noun): a verb-based method used to indicate the time, and sometimes the continuation or  completeness of an action or state in relation to the time speaking. In English there are three basic tenses: present, past and future. Tense consist of complete sentence. Complete sentence consist of subject (S), predicate (P), object (O) and complement (C).For about the structure in Toefel test, the first thing take note / do not define in advance. Make the process of interpreting as a last alternative and please note that in terms of the structure because always be sentence.

Further find that there is a verb in the sentence, following the rules of search :
·         If there is a verb, then no conjunctive
·         If there are two verbs that there is a conjuctive ( remember conjuctive it connects between sentences with sentences )
·         If there are three verbs that there is two conjuctive forth
Conclusion
From the above discussion can be summarized in more detail toefl tricks for taking the test is as follows :
1.  Determine the subject, predicate, and object first.
2.      If the subject long, view the predicate first.
3.      Specify tenses first.
4.      Specify the subject is singular or plural including.

For example:

1.       She     is watching     TV     now
             S             P               O       C
  

2.       She     is    smart
       S        P        C


# Find the wrong word of the sentence bellow!

1.       Arizona   have   a very dry climate.
       S           P                     C

Is there anything wrong with the sentence above?

The answer is YES. Let’s take a look, ‘Arizona’ is singular, so you must use ‘HAS’ not ‘HAVE’.

CORRECT: Arizona has a very dry climate.


2.      The first steamship to across the Atlantic   were   the Savana   in 1819.The first steamship to across the Atlantic  were  the Savana  in 1819.

                                S                                        P             O                C

Is there anything wrong with the sentence above?

The answer is YES. Let’s take a look, the subject of the sentence is ‘Steamship’ and ‘Steamship’ is singular, so you must use ‘WAS’ not ‘WERE’. And because the sentence is past tense.

CORRECT : The first Steamship to across the Atlantic was the Savana in 1819.


3.       My friend, Haris,   is attending   the meeting.
              S                           P                      C

Is there anything wrong with the sentence above?

The answer is NO. The sentence above is a correct sentence.


4.       Advertising   provide   most of the income for magazine, newspaper, radio, and television in Indonesia today.
          S                  P                                                                           C


Is there anything wrong with the sentence above?

The answer is YES. Let’s take a look. If there’s (Subject + ing) just remember that is will always a singular. In the sentence above, ‘advertising’ is a singular, so the ‘Provide’ should be ‘PROVIDES’.

CORRECT : Advertising provides most of the income for magazine, newspaper, radio, and television in Indonesia today.

Reference: http://iqbalparabi.com/tips-dan-trik-menjawab-soal-toefl/

NAMA  : EKA EVISESMAN ZENDRATO
NPM     : 22212402
KELAS : 3EB10